Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Cium Aroma Kecurangan di Pemilu 2024, Demokrat Isyaratkan SBY Turun Gunung

Sabtu, 17 September 2022 | 22:18 WIB Last Updated 2022-09-17T15:33:35Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Cium Aroma Kecurangan di Pemilu 2024, Demokrat Isyaratkan SBY Turun Gunung
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

PEWARTA.CO.ID - Partai Demokrat mencium adanya aroma kecurangan pada Pemilu 2024, seperti pelaksanaan yang tidak jujur dan berlaku adil.


Oleh karenanya, partai berlambang bintang mercy itu menyisyaratkan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat yakni Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY turun gunung.


Istilah itu untuk menggambar usaha SBY turun langsung ke 'medan perang' dalam kontestasi 2024 tersebut.


Hal itu dapat dilihat melalui unggahan akun TikTok Partai Demokrat Sumatera Utara yang menampilkan sosok SBY dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tahun 2022.


Baca juga: AHY Harap Kaum Milenial dan Generasi Z Memilih Pemimpin dengan Rasional


Saat Rapimnas Demokrat 2022, SBY mengatakan siap membantu seluruh kader partai dalam mengarungi pesta demokrasi 2024.


"Para kader, mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang? Saya mendengar, mengetahui, bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil," kata SBY sebagaimana dicuplik dalam unggahan @pdemokrat.sumut, Kamis (15/9/2022).


Dalam unggahan tersebut juga tersemat beragam hastag untuk menguatkan pernyataan SBY bahwa Pemilu 2024 berpotensi terjadi kecurangan.


"Konon akan diatur dalam Pemilihan Presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka dua pasangan capres dan cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka," lanjut SBY di hadapan para kader Demokrat.


Baca juga: UU Pemilu: Calon Presiden 2024 Tidak Boleh Punya Riwayat Mabuk, Judi, dan Zina!


Sontak pernyataan SBY itu disampung riuh sejumlah kader yang hadir dalam Rapimnas Demokrat 2022.


SBY juga menyebut, upaya penjegalan tersebut adalah sesuatu yang jahat dan batil.


Mantan Presiden RI ke-6 itu juga mengatakan, rakyat memiliki kedaulatan dan kebebasan dalam menentukan sendiri siapa calon pemimpin yang akan dipilihnya.


"Yang berdaulat juga rakyat dan ingat, selama 10 tahun lalu kita di pemerintahan dua kali menyelenggarakan Pemilu termasuk Pilpres, Demokrat tidak pernah melakukan kebatilan seperti itu," ucap SBY.


Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close