Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Hasil Survei LSI Sebut Kepuasan Masyarakat Terhadap Kinerja Presiden Meningkat

Senin, 05 September 2022 | 05:18 WIB Last Updated 2022-09-04T22:18:58Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Hasil Survei LSI Sebut Kepuasan Masyarakat Terhadap Kinerja Presiden Meningkat
Presiden Jokowi dan Iriana Jokowi saat transit di Bandara Internasional Pattimura, Kota Ambon, Maluku, pada Jumat (2/9). (Dok. BPMI Setpres/Laily Rachev)


PEWARTA.CO.ID - Lembaga Survei Indonesia atau LSI menyebut kepuasan masyarakat terhadap kinerja presiden semakin meningkat.


Hal itu berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan LSI belum lama ini.


Bahkan, peningkatan kepuasan masyarakat terhadap kinerja presiden terjadi pada dua survei terakhir yang dilakukan LSI.


Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam rilisnya mengatakan, peningkatan kepuasan masyarakat terhadap kinerja presiden terjadi selama kurun awal tahun 2022 hingga pertengahan tahun 2022 ini.


Baca juga: Survei ISC: Suara Ganjar dan Anies Stagnan, Elektabilitas Prabowo Melejit!


Pada Februari lalu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja presiden berada di angka 65,9 persen.


Lalu, pada Mei angkanya bergerak menjadi 67,5 persen.


Pada hasil survei terbaru, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja presiden kini sudah berada di angka 72,3 persen sampai dengan Agustus 2022.


"Kepuasan presiden cenderung meningkat dibanding temuan di Mei 2022, saat ini 72,3 persen merasa puas dengan kerja Presiden Jokowi," kata Djayadi, Minggu (4/9/2022).


Selain itu, ungkap Djayadi, 23 persen responden lain menyatakan kurang puas terhadap kinerja presiden.


Adapun 2,9 persen responden menyatakan rasa tidak puas sama sekali, sedangkan 1,8 persen sisanya mengaku tidak tahu atau tidak menjawab pertanyaan.


Baca juga: Survei SSC: Mayoritas Warga NU Jatim Dukung PDIP Ketimbang PKB Pada Pemilu 2024


Terkait hasil survei itu, ucapnya, dipengaruhi kepercayaan masyarakat dengan kondisi ekonomi dan hukum yang terjadi.


Maish kata Djayadi, terkait ekonomi, ada sebanyak 46 persen responden menilai kondisi perekonomian Indonesia dalam kategori sedang.


Kemudian 26,2 persen lainnya menilai kondisi ekonomi bangsa tengah dalam kondisi baik atau sangat baik.


Lalu, 26,9 persen sisanya menilai kondisi ekonomi yang terjadi buruk atau sangat buruk.


Selanjutnya terkait situasi politik, ada sebanyak 41,9 persen responden menilai dalam kondisi sedang.


Kemudian yang menilai perpolitikan tanah air dalam kondisi baik atau sangat baik sebanyak 32,1 persen.


Baca juga: Barisan Relawan La Nyalla di Malang Raya Resmi Dideklarasikan, Siap Sapu Bersih Suara!


Lalu sisanya, 17,7 persen menilai kondisi politik di Indonesia buruk atau sangat buruk.


"Penilaian warga terhadap kondisi ekonomi nasional dan kondisi politik memiliki korelasi positif dan signifikan dengan kepuasan warga terhadap kinerja presiden," terang Djayadi, Minggu.


Sebagai informasi, survei LSI tersebut dilakukan pada 13-21 Agustus 2022 dengan melibatkan sebanyak 1.220 responden dari beragam latar belakang.


Adapun metode yang digunakan LSI terhadap survei ini adalah multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.


Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close