Prabowo Bakal Tindak Tegas Tambang Nikel Ilegal di Morowali dan Bangka Belitung
![]() |
| Prabowo Bakal Tindak Tegas Tambang Nikel Ilegal di Morowali dan Bangka Belitung |
PEWARTA.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian serius terhadap maraknya aktivitas tambang nikel ilegal di Morowali dan Bangka Belitung.
Dalam rapat terbatas yang digelar Minggu malam (9/11/2025), Prabowo menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pihak-pihak yang merusak sumber daya alam negara tanpa izin.
Presiden bahkan secara langsung meminta laporan detail dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Wakil Panglima TNI mengenai langkah-langkah penertiban tambang ilegal di dua wilayah tersebut.
"Beliau pertama berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan Wakil Panglima TNI karena beliau ingin mendapatkan update berkenaan dengan masalah pertahanan dan terutama laporan sekembalinya beliau semua dari Morowali," ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai rapat terbatas di kediaman Presiden di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Prabowo fokus kawal Satgas PKH
Menurut Prasetyo, Presiden memberikan perhatian besar pada kinerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang memiliki mandat untuk menjaga dan mengamankan sumber daya alam milik negara.
Satgas ini bertugas mengembalikan kendali negara terhadap kawasan hutan yang telah dikuasai atau dimanfaatkan secara ilegal.
“Seperti di Bangka Belitung, jadi Satgas Penertiban Kawasan Hutan yang sekarang juga sudah mulai untuk menertibkan tambang-tambang kita, sumber daya alam yang kita miliki. Nah, kemarin menengok atau meninjau kondisi di Morowali dan tadi melaporkan kepada Bapak Presiden,” jelas Prasetyo.
Langkah pengawasan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada pihak yang menyalahgunakan kekayaan alam Indonesia, terutama dalam sektor pertambangan yang kini menjadi perhatian utama pemerintah.
Satgas Halilintar PKH gerebek tambang ilegal
Sebelumnya, Satgas Penertiban Kawasan Hutan dan Tambang (PKH) Halilintar melakukan operasi besar terhadap tambang timah ilegal di wilayah Kabupaten Bangka Tengah.
Dalam operasi yang digelar Sabtu (8/11/2025) itu, petugas mengamankan 14 unit alat berat serta 10 orang pelaku di dua lokasi berbeda, yakni kawasan hutan Desa Nadi dan Sarang Ikan, Lubuk.
Kawasan tersebut diketahui berstatus sebagai hutan produksi dan lindung yang tidak boleh digunakan untuk kegiatan penambangan tanpa izin resmi.
"Satgas PKH melakukan penertiban aktivitas penambangan ilegal di kawasan hutan. Mereka ini tidak dilengkapi dengan izin, mereka melakukan aktivitas penambangan ilegal," tegas Kasatgas PKH Halilintar Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang.
Pengawasan diperketat, tak ada toleransi
Pemerintah memastikan tindakan tegas akan terus dilakukan untuk memberantas tambang ilegal di seluruh wilayah Indonesia.
Presiden Prabowo disebut menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam harus dijaga agar tidak terus dikuras oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi.
Dengan pengawasan langsung dari Presiden dan dukungan penuh aparat TNI melalui Satgas PKH, operasi penertiban di Morowali dan Bangka Belitung diharapkan menjadi contoh nyata ketegasan pemerintah dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional.
