Video Mahasiswa KKN Berdurasi 13 Menit Hebohkan Lombok, Unram Pastikan Bukan Mahasiswanya
![]() |
| Video Mahasiswa KKN Berdurasi 13 Menit Hebohkan Lombok, Unram Pastikan Bukan Mahasiswanya |
PEWARTA.CO.ID — Jagat media sosial kembali diramaikan oleh beredarnya video asusila berdurasi 13 menit 17 detik yang dikaitkan dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Video tersebut menyebar cepat dan memicu spekulasi liar mengenai identitas pemeran serta lokasi kejadian.
Sejumlah unggahan di berbagai platform menyebutkan rekaman itu terjadi di sebuah rumah di Kecamatan Lenek, Lombok Timur. Potongan video yang beredar memperlihatkan sepasang muda-mudi berada di dalam kamar. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi yang memastikan siapa sosok dalam video tersebut maupun di mana lokasi pastinya.
Viralnya konten ini memantik reaksi beragam dari warganet. Tidak sedikit yang memburu tautan video lengkap, bahkan menelusuri dugaan identitas dan asal kampus pemeran yang disebut-sebut sebagai mahasiswa KKN di Lombok Timur.
MASIH TERKAIT!
Viral Video 13 Menit Diduga Libatkan Mahasiswa KKN di Lombok Timur
Mahasiswi bantah keras tuduhan
Seorang mahasiswi berinisial AS asal Lombok akhirnya angkat bicara. Ia memberikan klarifikasi tegas atas tuduhan yang menyebut dirinya sebagai perempuan dalam video tersebut.
“Saya berani bersumpah, orang yang ada di dalam video itu bukan saya,” tegas AS, Selasa (10/2/2026), didampingi Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Mataram, Joko Jumadi.
Klarifikasi itu sekaligus menepis spekulasi yang berkembang luas di media sosial. AS menyatakan keberatan atas tuduhan yang beredar dan berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi tanpa verifikasi.
RELEVAN DIBACA!
Link Video Mahasiswa KKN Lombok Timur Durasi 13 Menit 17 Detik Ramai Diburu Netizen
Kampus pastikan tidak terkait KKN Lombok Timur
Ketua Satgas PPKS Universitas Mataram, Joko Jumadi, menjelaskan bahwa video tersebut sebenarnya telah lebih dulu ditemukan pihak kampus sejak 25 September 2025. Setelah dilakukan penelusuran internal, kampus memastikan rekaman itu tidak terjadi di wilayah NTB dan tidak ada kaitannya dengan mahasiswa Unram maupun kegiatan KKN di Lombok Timur.
“Tidak benar bahwa orang yang ada dalam video itu adalah mahasiswa Unram. Kejadiannya bukan di Lombok, melainkan di luar NTB,” tegas Joko.
Ia juga menyampaikan bahwa terdapat perbedaan mencolok antara sosok dalam video dengan mahasiswi yang sempat dituduh, baik dari segi wajah maupun atribut yang dikenakan.
Menurut Joko, fenomena ini menunjukkan betapa cepatnya penyebaran informasi di era digital, sekaligus membuka celah terjadinya pelanggaran privasi dan perundungan daring (cyberbullying). Ia mengimbau masyarakat agar tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan sebelum ada penjelasan resmi.
Selain itu, ia mengingatkan adanya potensi pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) bagi pihak yang menyebarluaskan konten tersebut tanpa dasar yang jelas.
MENARIK JUGA DIBACA!
Full Link Video KKN Viral Lombok 13 Menit Bikin Heboh, Ini Risiko Hukum bagi Penyebarnya
Polisi turunkan tim khusus
Sementara itu, aparat kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti viralnya video tersebut. Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, Iptu Arie Kusnandar, menyatakan pihaknya telah mengerahkan Unit Tipidter dan Unit PPA untuk melakukan pendalaman.
“Kami melakukan penelusuran terkait pemeran maupun pihak yang pertama kali mengunggah video tersebut. Tim juga akan memastikan lokasi perekaman,” kata Arie.
Kapolsek Lenek, Ipda Alam Primayogi, menambahkan bahwa proses penyelidikan dilakukan bersama tim dari Polda NTB. Termasuk di dalamnya pencocokan wajah oleh Inafis guna memastikan identitas pemeran dalam video yang beredar.
Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung dan polisi terus memantau perkembangan kasus. Aparat berupaya memastikan kebenaran informasi sekaligus menelusuri sumber awal penyebaran konten.
JANGAN LEWATKAN!
Full Video Mahasiswa KKN 13 Menit di Lombok Timur, Publik Diingatkan Waspada Link Berbahaya
Waspada tautan palsu dan modus siber
Di tengah ramainya perbincangan, masyarakat juga diingatkan untuk tidak sembarangan mengklik tautan yang mengklaim memuat video lengkap. Situasi viral kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan modus phishing maupun pencurian data pribadi.
Pengguna internet disarankan selalu memeriksa alamat situs dengan cermat, tidak membagikan kode OTP atau kata sandi kepada siapa pun, serta mengaktifkan fitur keamanan tambahan di akun media sosial.
Fenomena video asusila yang viral ini menjadi pengingat penting bahwa penyebaran informasi tanpa verifikasi dapat merugikan pihak yang tidak bersalah. Penelusuran identitas dan penyebaran konten sensitif secara sembarangan bukan hanya berpotensi mencemarkan nama baik, tetapi juga bisa berujung pada persoalan hukum.
Joko Jumadi kembali menekankan pentingnya sikap bijak dalam bermedia sosial dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi.
“Bijaklah dalam bersikap di media sosial. Jangan sampai kita ikut menyebarkan hoaks atau merugikan pihak lain,” pungkasnya.
MUNGKIN ANDA CARI!
Cek Fakta Video Viral Mahasiswi KKN Unram 13 Menit 17 Detik, Asli atau Hoaks?
