Hari Retainer Internasional 19 Juli: Sejarah Peringatan dan Pentingnya Retainer Setelah Behel
![]() |
| Hari Retainer Internasional 19 Juli: Sejarah Peringatan dan Pentingnya Retainer Setelah Behel |
PEWARTA.CO.ID — Hari Retainer Internasional diperingati setiap tanggal 19 Juli di sejumlah negara sebagai momentum untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya penggunaan retainer setelah menjalani perawatan ortodonti. Peringatan ini menekankan bahwa hasil perawatan gigi tidak hanya bergantung pada proses pemasangan behel atau aligner, tetapi juga kedisiplinan memakai retainer.
Mengacu pada National Today, Hari Retainer Internasional (International Retainer Day) pertama kali diperkenalkan oleh Vivera Retainers pada 2021. Kampanye tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tetap menjaga susunan gigi setelah perawatan ortodonti selesai.
Fungsi retainer setelah perawatan ortodonti
Retainer merupakan alat ortodonti yang digunakan setelah pelepasan kawat gigi maupun aligner. Alat ini berperan mempertahankan posisi gigi agar tetap rapi sekaligus mencegah gigi kembali bergeser ke susunan sebelumnya.
Penggunaan retainer menjadi bagian penting dalam tahapan akhir perawatan ortodonti. Tanpa pemakaian yang sesuai anjuran, hasil perawatan berisiko berubah karena posisi gigi dapat bergerak kembali seiring waktu.
Perjalanan ortodonti dari masa ke masa
Upaya memperbaiki susunan gigi ternyata telah dilakukan manusia sejak ribuan tahun silam. Pada masa awal peradaban, berbagai metode mulai dicoba untuk mengatasi masalah gigi sekaligus memperbaiki posisinya.
Sekitar 5.000 Sebelum Masehi, bangsa Sumeria mempercayai bahwa kerusakan gigi disebabkan oleh tooth worms atau cacing gigi. Kepercayaan tersebut bertahan selama berabad-abad sebelum akhirnya dipatahkan pada abad ke-18.
Bukti perkembangan perawatan gigi juga ditemukan pada peninggalan Mesir Kuno. Para arkeolog menemukan alat logam sederhana yang diduga dimanfaatkan untuk membantu mengatasi maloklusi atau kondisi susunan gigi yang tidak sejajar.
Perkembangan penting kemudian terjadi ketika Pierre Fauchard memperkenalkan konsep awal kawat gigi modern. Sosok asal Prancis itu dikenal luas sebagai Bapak Kedokteran Gigi Modern berkat kontribusinya dalam dunia kedokteran gigi.
Dalam praktiknya, Pierre Fauchard menggunakan tali serta lempengan logam pipih untuk membantu merapikan posisi gigi. Gagasan tersebut kemudian menjadi fondasi lahirnya teknologi ortodonti modern.
Inovasi retainer terus berkembang
Perawatan ortodonti mengalami kemajuan pada pertengahan abad ke-19 dengan penggunaan kawat dan karet elastis. Inovasi tersebut membuat proses perawatan menjadi lebih efektif sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien.
Selanjutnya, Dr. Charles Hawley memperkenalkan retainer Hawley yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien. Hingga kini, jenis retainer tersebut masih menjadi salah satu yang paling banyak digunakan.
Kemajuan teknologi kembali menghadirkan Essix Retainer pada 1993. Retainer yang dirancang John Sheridan ini memiliki bentuk lebih tipis, bening, dan nyaris tidak terlihat saat dikenakan.
Selain membantu mempertahankan posisi gigi, Essix Retainer juga memberikan kenyamanan saat berbicara. Desain transparannya membuat tampilan senyum tetap terlihat alami selama masa penggunaan.
Saat ini, tersedia berbagai pilihan retainer yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Peringatan Hari Retainer Internasional setiap 19 Juli pun menjadi pengingat bahwa menjaga hasil perawatan ortodonti merupakan langkah penting untuk mempertahankan susunan gigi dalam jangka panjang.
| 📡 LIVE