Indonesia Masuk Daftar 42 Negara dengan Visa Turis Termahal bagi Warga Uni Eropa, VoA Rp500 Ribu Jadi Sorotan
![]() |
| Indonesia Masuk Daftar 42 Negara dengan Visa Turis Termahal bagi Warga Uni Eropa, VoA Rp500 Ribu Jadi Sorotan |
PEWARTA.CO.ID — Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan biaya visa turis yang tergolong tinggi bagi warga Uni Eropa (UE). Dalam daftar yang dirilis Euronews Travel, Indonesia masuk ke dalam 42 negara dengan tarif visa wisata termahal, meski nilainya masih berada di bawah sejumlah negara lainnya.
Biaya Visa on Arrival (VoA) yang diterapkan Indonesia menjadi salah satu faktor yang menempatkan Tanah Air dalam daftar tersebut. Tarif tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan beberapa destinasi wisata populer di berbagai kawasan.
Biaya Visa on Arrival Indonesia capai Rp500 ribu
Berdasarkan data yang dikutip dari Euronews Travel, perbandingan tersebut disusun menggunakan tarif resmi visa maupun electronic travel authorization (ETA) yang diterbitkan oleh otoritas imigrasi masing-masing negara.
Indonesia menetapkan biaya Visa on Arrival sebesar Rp500.000 atau setara sekitar USD31 bagi wisatawan asal Uni Eropa yang memenuhi persyaratan untuk memperoleh fasilitas tersebut.
Tarif tersebut juga sesuai dengan ketentuan resmi yang berlaku melalui sistem e-Visa Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia.
Lebih mahal dibanding sejumlah destinasi wisata
Dengan biaya tersebut, Indonesia berada di atas beberapa negara tujuan wisata lain dalam daftar, di antaranya Kuba, India pada periode tertentu, Djibouti, Saint Kitts and Nevis, Bahrain, Seychelles, Selandia Baru, serta Kanada.
Meski demikian, Indonesia masih belum masuk kelompok negara dengan biaya visa paling mahal bagi wisatawan Uni Eropa.
Bhutan duduki posisi teratas
Dalam laporan yang sama, Bhutan menempati posisi sebagai negara dengan biaya visa turis tertinggi bagi warga Uni Eropa.
Selain membayar visa sebesar USD40, wisatawan juga diwajibkan membayar Sustainable Development Fee senilai USD100 per orang untuk setiap malam selama berada di negara tersebut.
Sementara itu, Ghana berada di peringkat berikutnya dengan tarif e-Visa mencapai USD260.
Nigeria juga termasuk dalam daftar negara dengan biaya visa tertinggi, yakni berkisar antara USD200 hingga USD340.
Selain Indonesia, beberapa negara Asia lain yang turut masuk dalam daftar tersebut meliputi Jepang, Arab Saudi, Laos, dan Bangladesh.
Tarif Indonesia masih di bawah sejumlah negara
Walaupun biaya Visa on Arrival Indonesia tergolong tinggi dibanding beberapa destinasi wisata, nilainya masih jauh lebih rendah dibandingkan tarif yang diterapkan sejumlah negara lain.
Beberapa negara seperti Bhutan, Ghana, Nigeria, Kamerun, dan Aljazair masih mengenakan biaya visa yang nilainya mencapai jutaan rupiah bagi wisatawan asal Uni Eropa.
| 📡 LIVE