Kronologi Ancaman Bom SDN Srengseng Sawah 15, Gegana Sisir 11 Titik di Area Sekolah
![]() |
| SDN Srengseng Sawah 15 mendapat ancaman bom pada hari pertama sekolah, pada Senin (13/7) pagi. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Ancaman bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, membuat aparat kepolisian melakukan pemeriksaan intensif pada Senin (13/7/2026). Tim Gegana Brimob langsung diterjunkan untuk menyisir sejumlah titik di area sekolah setelah muncul pesan teror yang diterima pihak sekolah.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, menjelaskan bahwa informasi mengenai ancaman tersebut pertama kali diterima oleh seorang guru dan petugas tata usaha (TU) sekolah.
"Jadi tadi kita memperoleh informasi bahwa ada teror di SD Negeri Srengseng Sawah 15. Kemudian kami langsung mengecek tempat kejadian perkara (TKP), mendatangi sekolah, berkomunikasi dengan guru dan kepala sekolah, dan kami dapati informasinya memang benar," kata Nurma kepada wartawan.
DIBERITAKAN SEBELUMNYA!
Breaking News! SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Diteror Ancaman Bom Lewat WhatsApp
Pesan teror klaim ada 11 titik bom
Nurma menyebut isi pesan yang diterima pihak sekolah berisi ancaman serius dari seseorang yang mengaku telah menempatkan bom di sejumlah lokasi dalam lingkungan SDN Srengseng Sawah 15.
Dalam pesan tersebut, pelaku juga menyampaikan klaim bahwa bahan peledak akan diledakkan dalam waktu beberapa menit setelah ancaman dikirimkan.
"Untuk terornya sendiri, isinya jelas meneror. Pelaku menyebut ada 11 titik di SD ini yang akan diledakkan dalam beberapa menit," ujarnya.
Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan awal sekaligus memastikan kondisi keamanan di lingkungan sekolah.
UPDATE!
Polisi Kantongi Identitas Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15, Pelaku Masih Diburu
Gegana dan Densus 88 lakukan penyisiran
Sebagai langkah penanganan, Polsek Jagakarsa kemudian berkoordinasi dengan Tim Gegana Brimob serta Densus 88 Antiteror untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh area sekolah.
"Setelah itu kami langsung menghubungi Gegana dan Densus 88 karena memang ini menjadi domain mereka. Setelah tim datang, mereka langsung melakukan penyisiran di dalam sekolah," ujar Nurma.
Tim gabungan tersebut melakukan pemeriksaan di berbagai sudut sekolah guna memastikan apakah terdapat benda mencurigakan atau bahan peledak sesuai dengan ancaman yang disampaikan dalam pesan teror.
BACA JUGA!
Gegana Sterilisasi SDN Srengseng Sawah 15 Selama Dua Jam, Petugas Pastikan Belum Ada Bom Ditemukan
Penyisiran berlangsung lebih dari dua jam
Kompol Nurma Dewi mengatakan proses penyisiran oleh Tim Gegana masih berlangsung selama lebih dari dua jam setelah laporan ancaman diterima.
Petugas memeriksa seluruh bagian sekolah secara menyeluruh untuk memastikan keamanan bagi warga sekolah dan mengetahui kebenaran dari ancaman tersebut.
"Tim Gegana sudah melakukan penyisiran lebih kurang dua jam di SD Negeri Srengseng Sawah 15. Saat ini penyisiran masih berlangsung. Kita tunggu saja hasilnya, nanti akan kami informasikan kembali," pungkasnya.
Hingga proses pemeriksaan berlangsung, kepolisian masih menunggu hasil penyisiran Tim Gegana untuk memastikan ada atau tidaknya temuan terkait ancaman bom tersebut.
MASIH TERKAIT!
| 📡 LIVE