Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

10 Negara Anggota ASEAN, Timor Leste dan Papua Nugini Tidak Termasuk?

Kamis, 10 Maret 2022 | 05:33 WIB Last Updated 2022-08-30T08:46:24Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


daftar 10 negara anggota asean
Presiden RI, Joko Widodo (2 dari kanan), saat menghadiri 33rb ASEAN SUMMIT AND RELATED SUMMITS, di Singapura 2018 lalu.

Pewarta.co.id - ASEAN merupakan akronim dari Association of South East Asian Nations, atau perkumpulan negara yang berada di wilayah Asia Tenggara.

Awalnya, anggota ASEAN terdiri dari lima negara saja, yaitu Indonesia, Singapura, Filipina, Malaysia, dan Thailand. Namun kini jumlahnya bertambah, setelah Brunei Darussalam, Myanmar, Kamboja, Vietnam, dan Laos ikut bergabung. Jadi, kini jumlah anggota ASEAN terdiri dari 10 negara.

Tidak Ada Nama Timor Leste dan Papua Nugini


Mungkin banyak di antara Anda yang bertanya, kenapa Timor Leste dan Papua Nugini tidak menjadi anggota ASEAN?

Wajar saja, mengingat dua negara itu juga ada di wilayah Asia Tenggara, tetapi apa alasan sehingga Timor Leste dan Papua Nugini tidak termasuk ke dalam daftar anggota ASEAN sampai hari ini.

Jawaban singkatnya, hal ini dikarenakan kemampuan dan kualitasnya negara Timor Leste masih sangat terbatas.

Baca juga: 5 Tokoh Pendiri ASEAN Serta Sejarah Berdirinya, Siswa Wajib Tahu!


Baca juga: UMM Jadi Kampus Swasta Terbaik Ke-6 di ASEAN versi AppliedHE


Sebenarnya Timor Leste telah mengajukan diri sebagai anggota ASEAN sejak 2011 lalu, dan telah mendapat dukungan dari beberapa negara lain yang sudah lebih dulu bergabung, seperti Indonesia misalnya, namun karena alasan keterbatasan sumber daya tadi yang akhirnya menghambat Timor Leste untuk bergabung menjadi anggota ASEAN.

Ambisi Tinggi Menjadi Anggota ASEAN


Pada awal pengajuan sebagai anggota ASEAN tahun 2011 lalu, Timor Leste telah menyetujui perjanjian persahabatan dan kerja sama. Bahkan komitmen negara itu diwujudkan dengan mendirikan kedutaan besar di semua negara anggota ASEAN.

Timor Leste memiliki ambisi yang tinggi untuk menjadi anggota ASEAN, walaupun dari segi persyaratan dasar aksesi itu telah dipenuhi, tetap saja hal itu belum cukup untuk membuat Timor Leste menjadi bagian dari ASEAN.

Berikut ini beberapa permasalahan yang menghambat Timor Leste untuk menjadi anggota ke-11 ASEAN urung juga tercapai.

Keterbatasan Sumber Daya dan Keuangan


Permasalahan utama yang dialami Timor Leste meliputi faktor keterbatasan ekonomi dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Melansir Intisari Online via Serambi News, pada 15 Oktober 2020 menyebutkan, secara ekonomi PDB Timor Leste sekitar USD 1.442 milyar, jauh lebih rendah daripada Singapura, Filipina, Malaysia, dan Indonesia.

Pendapatan keuangan negara Timor Leste hampir 90 persen berasal dari hasil minyak dan gas nasional, yang diprediksi akan kering pada tahun 2022.

Kondisi Timor Leste diperparah dengan keterbatasan ekonomi yang terdisverifikasi, serta ketergantungan pada impor secara luas.

Timor Leste sadar, jika nantinya menjadi anggota ASEAN, artinya akses ke pasar bebas dan pergerakan bebas di Asia Tenggara dirasa dapat menguntungkan mereka, karena dianggap akan mampu mendorong industri yang mereka miliki saat ini.

Sayangnya, Timor Leste memiliki hal penting yang menjadi catatan minor lainnya, yaitu keterbatasan sumber daya.

Meskipun Singapura juga merupakan negara yang memiliki luasan yang kecil, namun secara ekonomi mereka kuat, bahkan jadi anggota terkuat di ASEAN saat ini.

Singapura khawatir, jika Timor Leste diterima jadi anggota ASEAN, maka dapat menguras sumber daya ASEAN yang terbatas. Hal ini dikarenakan komitmen awal ASEAN yang mengamanatkan membantu negara-negara anggota secara ekonomi dan teknis untuk pembangunan mereka.

Dengan kata lain, Singapura merasa keberatan jika Timor Leste bergabung di ASEAN maka berpotensi menghambat kemajuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).


Keterbatasan Infrastruktur


Seperti diketahui, proses Timor Leste dalam memerdekakan diri pada 1999 diwarnai dengan berbagai kekacauan. Hal ini membuat kondisi infrastruktur di negara tersebut menjadi hancur.

Meski pada perjalanannya banyak negara yang membantu proses pemulihan di Timor Leste, tetap saja kurangnya infrastruktur masih menjadi isu yang kerap disinggung saat mereka ingin bergabung dengan ASEAN.

Hubungan Internasional


Pasca mendeklarasikan kemerdekaannya, perlahan Timor Leste membangun negaranya dengan bantuan dari negara lain.

Bahkan mereka menghidupkan kembali hubungannya dengan Portugal.

Karena keberpihakan Timor Leste ke negara-negara Lusophone seperti itu yang akhirnya menuai kritik dari anggota ASEAN di masa lalu.

Keterlibatan Australia dan Portugal dalam hal pemberian bantuan pembangunan di Timor Leste, dinilai juga menjadi faktor hambatan hubungan diplomasi ke negara tetangga terdekatnya.

Catatan minor lain berkaitan hubungan internasional Timor Leste terhadap anggota ASEAN, terjadi ketika sikap abstain mereka bersama Kamboja saat semua negara ASEAN kompak untuk mengutuk junta militer yang terjadi di Myanmar. Hal itu dianggap sikap anti toleran dan tidak satu suara terhadap komitmen sesama negara Asia Tenggara.

Sementara itu, Papua Nugini?


Berbeda kasus dengan Timor Leste, sedangkan untuk Papua Nugini sendiri tidak menjadi bagian dari ASEAN dikarenakan telah terdaftar masuk ke dalam wilayah Oceania.

(pro/bst)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close