Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

5 Tokoh Pendiri ASEAN Serta Sejarah Berdirinya, Siswa Wajib Tahu!

Senin, 09 Mei 2022 | 23:41 WIB Last Updated 2022-08-30T08:49:44Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


5 Tokoh Pendiri ASEAN Serta Sejarah Berdirinya
Bendera negara-negara anggota ASEAN

PEWARTA.CO.ID - Indonesia merupakan salah satu negara yang turut andil atas berdirinya ASEAN. Selain itu, ada 5 tokoh pendiri ASEAN yang patut diketahui sebagai upaya memahami sejarah.

ASEAN merupakan singkatan dari The Association of South East Asian Nastions, atau Asosiasi Negara-negara di Asia Tenggara.

Dalam Deklarasi Bangkok, Indonesia menjadi salah satu negara anggota sekaligus pendiri ASEAN.

ASEAN didirikan berdasarkan Deklarasi Bangkok yang digagas pada 8 Agustus 1967, di mana ada lima negara pendirinya, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.

Dari kelima negara anggota ASEAN tersebut masing-masing diwakili oleh tokoh penting.

Melansir dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas IX karya tulisan Prawoto, masing-masing tokoh dari 5 negara anggota ASEAN disebutkan ada yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, ada pula yang menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri.

Baca juga: 10 Negara Anggota ASEAN, Timor Leste dan Papua Nugini Tidak Termasuk?


Baca juga: UMM Jadi Kampus Swasta Terbaik Ke-6 di ASEAN versi AppliedHE


Berikut ini Daftar 5 Tokoh Pendiri ASEAN:


1. Adam Malik, Menteri Luar Negeri Indonesia

2. Tun Abdul Razak, Wakil Perdana Menteri Malaysia

3. S. Rajaratnam, Menteri Luar Negeri Singapura

4. Narciso Ramos, Menteri Luar Negeri Filipina

5. Thank Koman, Menteri Luar Negeri Thailand

Beberapa tahun berselang sejak berdirinya ASEAN, jumlah anggotanya pun bertambah menjadi 10 negara, setelah Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja ikut bergabung.

Tapi kenapa tidak ada nama Timor Leste di dalam anggota ASEAN?

Sebelumnya Pewarta.co.id pernah menerbitkan artikel tentang alasan kenapa Timor Leste tidak menjadi anggota ASEAN. Dalam artikel tersebut dijelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan negara pecahan dari Indonesia tersebut belum juga menjadi anggota ASEAN sampai saat ini.

Penjelasan singkatnya, hal itu dikarenakan kemapuan dan kualitas negara Timor Leste masih sangat terbatas dalam segala bidang.

Baca juga: 10 Negara Anggota ASEAN, Timor Leste dan Papua Nugini Tidak Termasuk?


Baca juga: Universitas Muhammadiyah Malang, Surakarta, dan Purwokerto Masuk 30 Besar di ASEAN


Sejarah Berdirinya ASEAN


Sejarah mengenai berdirinya Asosiasi Negara-negara di Asia Tenggara ini tentunya menjadi hal yang wajib diketahui siswa sekolah.

Berikut ini daftar lengkap negara anggota ASEAN berdasarkan urutan tanggal bergabungnya negara-negara tersebut.

Melansir dari situs resmi ASEAN, disebutkan tanggal bergabungnya negara-negara Asia Tenggara ke dalam ASEAN adalah sebagai berikut:

Indonesia (8 Agustus 1967)

Malaysia (8 Agustus 1967)

Singapura (8 Agustus 1967)

Thailand (8 Agustus 1967)

Filipina (8 Agustus 1967)

Brunei Darussalam (8 Januari 1984)

Vietnam (28 Juli 1995)

Laos (23 Juli 1997)

Myanmar (23 Juli 1997)

Kamboja (30 April 1999)

Alasan dan tujuan pendirian ASEAN disebutkan adalah untuk menggalang kerja sama antarnegara anggota dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi, mendukung perdamaian dan stabilitas wilayah, serta membentuk sistem kerja sama dalam berbagai bidang demi kepentingan negara anggota secara bersama.

Dalam perkembangannya, asosiasi ini akhirnya melahirkan berbagai agenda yang secara signifikan mampu memberi pengaruh positif, seperti Deklarasi Kawasan Damai, Bebas, dan Netral (Zone of Peace, Freedom, and Neutrality Declaration/ZOPFAN) yang ditandatangani pada tahun 1971.

Kemudian, 5 negara anggota awal ASEAN juga menyepakati Traktat Persahabatan dan kerja sama (Threaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia/TAC) pada tahun 1976. Hal inilah yang kemudian menjadi landasan bagi negara-negara anggota ASEAN untuk hidup berdampingan secara damai.

(myd/ngh)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close