Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Banyak Kasus Skuter Listrik Terbakar di India, Sel Baterai Penyebabnya

Selasa, 10 Mei 2022 | 13:00 WIB Last Updated 2022-09-05T15:56:28Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Banyak Kasus Skuter Listrik Terbakar di India, Sel Baterai Penyebabnya
Kasus skuter listrik terbakar di India

PEWARTA.CO.ID - Belakangan banyak dijumpai kasus skuter listrik terbakar di India. Tentu permasalahan ini turut mendapat perhatian, utamanya terkait keselamatan penggunanya.

Kasus skuter listrik terbakar di India dialami oleh berbagai merek, sontak Pemerintah India langsung melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebabnya.

Dikutip dari Reuters, ada tiga pabrikan skuter listrik di India yang telah diinvestigasi terkait maraknya kasus tersebut. Pabrikan skuter listrik itu di antaranya Ola, Pure EV, dan Okinawa.

Baca juga: Skuter Listrik Strooter Lagi Hits, Kini Hadir di Kebun Raya Cibodas


Baca juga: Faktor Kenapa Mobil Listrik Masih Diragukan Konsumen Indonesia


Kasus ini memang tak main-main, pasalnya serentetan kejadian terbakarnya skuter listrik terjadi begitu masif. Bahkan yang terparah sampai menyebabkan seorang pria beserta putrinya meninggal di Tamil Nadu, India.

Kepolisian telah melakukan penyelidikan sejak Maret 2022 lalu. Dalam investigasi awal ditemukan penyebab skuter listrik terbakar ada pada permasalahan baterai.

"Dalam kasus Ola, sel baterai ditemukan menjadi masalah sistem manajemen baterai," ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Diketahui pabrikan Ola menggunakan sumber sel untuk baterai dari LG Energy Solution (LGES) buatan Korea Selatan (Korsel). Setelah banyak ditemukan kasus terbakarnya skuter listrik tersebut kemudian membuat LGES bekerja sama dengan Pemerintah India untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan membentuk badan ahli eksternal.

"Sesuai penilaian awal para ahli ini, tidak ada kesalahan pada sistem manajemen baterai Ola sama sekali, dan kemungkinan itu adalah insiden termal yang terisolasi," ujar juru bicara perusahaan dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, pihak LGES mengaku belum menerima pernyataan resmi hasil penyelidikan Pemerintah India, sehingga belum bisa mengomentari lebih lanjut terkait hal tersebut.

"Laporan Pemerintah India belum dirilis atau dibagikan kepada kami. Kami tidak dapat mengomentari laporan tersebut karena kami belum mengidentifikasi akar penyebab insiden skuter Ola pada bulan Maret," ucap LGES di Seoul, Korsel, kepada Reuters.

Baca juga: PT MAB dan Universitas Indonesia Kolaborasi Produksi Bus Listrik


Baca juga: PT MAB Klaim Bus Listrik Buatannya Sudah Laku Puluhan Unit


Masalah serupa juga dialami pabrikan Okinawa dan Pure EV, hanya saja beda komponen. Menurut laporan permasalahan Okinawa ada pada sel dan modul baterai, sedangkan Pure EV ada pada casing baterai.

Saat ini India memang tengah menguji paket baterai dari skuter listrik tersebut, namun tidak turut menguji sel yang diimpor dari negara lain seperti China atau Korsel, lantaran kurangnya keahlian dan infrastruktur.

Setelah banyak terjadi kasus skuter listrik yang terbakar, kini Pemerintah India mengindikasikan untuk mempertimbangkan pengujian sel baterai skuter listrik sebelum mengizinkannya untuk dipasarkan.

Lebih lanjut, pabrikan Ola telah menarik sebanyak 1.442 unit skuter listrik seri S1 Pro dari pasaran sebagai langkah antisipasi kejadian serupa terulang kembali. Seri skuter listrik itu sejenis dengan yang sering terbakar di India.

Sementara, Okinawa dilaporkan telah melakukan recall sebanyak 3.215 unit skuter listrik berjenis Praise Pro. Adapun Pure EV juga melakukan hal yang sama terhadap 2.000 unit skuter listrik miliknya dengan jenis ETRANCE dan EPLUTO 7G.

(rhm/sep)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close