Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

IDI Sebut Kecil Kemungkinan Cacar Monyet Bisa Jadi Pandemi

Minggu, 29 Mei 2022 | 12:05 WIB Last Updated 2022-05-29T05:05:14Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


IDI Sebut Kecil Kemungkinan Cacar Monyet Bisa Jadi Pandemi
Ilustrasi

PEWARTA.CO.ID - Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban mengkonfirmasi kasus cacar monyet belum ditemukan di Indonesia, meski 16 negara telah melaporkan adanya sebaran penyakit tersebut.

Prof Zubairi mengatakan, meski rentan menular namun kecil kemungkinan potensi cacar monyet menjadi pandemi layaknya virus Corona.

Meski begitu, Prof Zubairi mengimbau agar masyarakat tetap waspada mengingat cacar monyet rentan menular ke semua orang tanpa melihat preferensi seksual.

"Kecil kemungkinan jadi pandemi. Gejala jelas. Muncul pustula yang bantu identifikasi," cuit Prof Zubairi melalui akun Twitter pribadinya, Minggu (29/5/2022).

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri mengkonfirmasi penyakit cacar monyet telah terjadi di 20 negara non-endemik dengan lebih dari 200 kasus yang dilaporkan.

Untuk diketahui, cacar monyet atau monkeypox merupakan penyakit zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Orang yang terinfeksi virus ini dapat sembuh dengan sendirinya, namun proses penularannya begitu cepat.

Gejala Cacar Monyet


Indikasi awal orang mengalami gejala cacar monyet dapat ditandai seperti mengalami demam tinggi. Kemudian, muncul ruam atau kulit memerah di area wajah dan tubuh.

Gejala awal akan berlangsung selama 1 hingga 3 hari. Kemudian, mulai muncul ruam di wajah dan menyebar ke seluruh bagian tubuh lainnya seperti lengan atau kaki.

Adapun tanda gejala cacar monyet yang harus diperhatikan, antara lain:

- Demam tinggi;
- Tubuh lemas;
- Merasa kelelahan;
- Nyeri pada otot;
- Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening);
- Menggigil atau tiba-tiba kedinginan; dan
- Sakit kepala.


Sumber: detikHealth
Editor: Anggoro
Penerbit: Adimas Kusnandar

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close