Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Sejumlah Analis Prediksi Harga Bitcoin Akan Terus Merosot

Rabu, 25 Mei 2022 | 05:19 WIB Last Updated 2022-05-24T22:19:45Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Sejumlah Analis Prediksi Harga Bitcoin Akan Terus Merosot
Mata uang kripto Bitcoin

PEWARTA.CO.ID - Sejumlah analis memprediksi harga Bitcoin akan terus mengalami kemerosotan. Jika dulu sempat berada di level USD 60 ribu, kini harga Bitcoin turun setengahnya dengan hanya seharga USD 30 ribu saja. Kondisinya dikatakan akan terus menurun lebih dalam lagi.

Bahkan, Chief Investment Officer Guggenheim, Scott Minerd menyebut, Bitcoin bisa saja suatu saat hanya akan seharga USD 8.000. Jika prediksi itu benar, maka nilai mata uang kripto terpopuler itu telah mengalami penurunan sebesar 70 persen dibanding masa kejayaannya.

 "Jika Anda turun di bawah USD 30 ribu secara konsisten, maka USD 8.000 adalah ujung akhirnya. Jadi saya pikir masih ada banyak ruang untuk penurunan (Bitcoin), terutama karena the Fed," ungkapnya dikutip dari detikinet, Rabu (25/5/2022).

Minerd lantas menyinggung soal kebijakan US Federal Reserve yang menaikkan suku bunga serta memperketat kebijakan moneter disebutnya telah mempengaruhi nasib Bitcoin.

Mata uang digital Bitcoin sejak mengalami penurunan harga di level USD 30 ribu terlihat begitu kesulitan untuk naik lagi secara substansial. Hal inilah yang melatarbelakangi pernyataannya terhadap nasib Bitcoin kedepannya.

Dalam satu bulan terakhir misalnya, penurunan nilai Bitcoin bisa sampai 24 persen. Jika apa yang diramalkan Minerd tersebut benar terjadi, maka harga Bitcoin dipastikan tidak akan tertolong lagi. Tentu kondisi ini akan semakin membuat para investor gelisah.

Minerd juga menilai jika kebanyakan mata uang kripto yang ada saat ini disebutnya sebagai sampah. Namun khusus Bitcoin dan Ethereum masih bisa ditolerir dan menurutnya akan bertahan lama.

"Kebanyakan mata uang kripto itu bukan mata uang, mereka sampah. Saya juga menilai kita belum melihat pemain kripto yang paling dominan pada saat ini (kecuali Bitcoin dan Ethereum)," kata Minerd.

Minerd lantas menyinggung fenomena dot com bubble yang terjadi pada awal tahun 2000-an lalu. Saat itu Yahoo dan America Online dinilai sebagai perusahaan digital paling sukses. Padahal tak lama setelahnya, kemunculan Amazon berhasil merusak dominasi tren pasar saat itu.

Hal serupa diprediksi juga akan berlaku bagi pemain kripto di masa mendatang, di mana Bitcoin bukan lagi sebagai pemain yang paling dominan.

(dny/spt)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close