Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Inspiratif, Kisah Sukses Mongki Roti Hingga Rambah Beberapa Kota

Selasa, 19 Juli 2022 | 13:12 WIB Last Updated 2022-07-19T06:35:33Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Inspiratif, Kisah Sukses Mongki Roti Hingga Rambah Beberapa Kota
Mongki Roti, produk jajanan dari Malang, Jawa Timur.


PEWARTA.CO.ID - Membangun bisnis tentunya tidak mudah, di mana harus ada perencanaan yang matang serta siap dengan tantangan yang harus dilalui.


Terlebih saat badai pandemi Covid-19 yang memiliki efek domino dalam semua aspek, termasuk bagi perusahaan skala kecil sampai besar.


Situasi saat ini mendorong pemilik bisnis untuk lebih peka melihat situasi, serta cermat dalam membuat keputusan agar  dapat beradaptasi di tengah perubahan kebiasaan dan kebutuhan masyarakat.


Ini juga yang dilakukan oleh Hendra Septitianus, pemilik Mongki Roti, bisnis rumahan asal Malang yang telah bergabung dengan merchant ShopeePay sejak 2020 lalu.


Mongki Roti kini sukses dengan ditandai merambahnya produk penganan tersebut hingga di beberapa kota besar di Jawa Timur (Jatim).


Hendra menceritakan, Mongki Roti ia rintis bersama rekannya pada 2018 lalu, dengan pertimbangan dan riset yang matang saat memilih jenis bisnis yang bisa bertahan lama dan banyak dikonsumsi banyak orang.


"Untuk itu, saya memilih usaha di bidang food and beverage (FnB) karena perputarannya yang sangat cepat, meskipun memerlukan strategi yang efektif. Kami pun memilih produk roti mengingat roti bisa dinikmati kapanpun dan momen apapun, seperti halnya gorengan," ujarnya seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (19/7/2022).


Karenanya, Hendra dan rekannya membanderol Mongki Roti dengan harga terjangkau. Paling murah harga Mongki Roti adalah Rp 2.500 hingga yang tertinggi dibanderol Rp 25.000, tergantung jenis dan ukurannya.


Dengan perencanaan yang matang itu, lanjutnya, Mongki Roti yang awalnya hanya memiliki satu gerai di Malang, namun pada tahun 2019 telah berhasil membuka gerai kedua dan ketiga di kota lain di Jatim.


Hendra percaya, bahwa bisnis bisa dimulai dengan modal kecil, namun jika digarap dengan konsep dan perencanaan yang matang maka akan bisa bertahan eksistensinya.


“Setelah kami membuka gerai Mongki Roti pertama, (berikutnya) target kami adalah menjangkau konsumen yang kami ingin sasar. Upaya yang kami lakukan salah satunya adalah memaksimalkan penjualan di berbagai kanal baik secara online dan offline. Di masa yang serba digital, kami bisa dengan mudah menjangkau konsumen di kota lain bahkan hingga ke luar Jawa Timur dengan masuk ke marketplace," tuturnya saat terlibat dalam diskusi virtual yang digelar belum lama ini.


"Lalu, untuk menambah kemudahan transaksi di gerai, kami mengadopsi layanan pembayaran digital ShopeePay. Selain itu, penjualan lewat Instagram dan WhatsApp juga masih kami dorong untuk menjangkau segmen konsumen yang memesan dalam jumlah banyak untuk acara tertentu," imbuhnya.


Hendra mulai memperluas jangkauan pasar sejak bergabung menjadi seller di Shopee dan merchant ShopeePay pada Desember 2020.


Menurutnya, langkah ini terbukti efektif mengingat sejak awal pandemi muncul masyarakat terbiasa melakukan trasaksi secara digital imbas dari pembatasan aktivitas secara tatap muka.


Hendra lantas membagikan 3 kiat sukses menciptakan dan mengembangkan bisnis yang ia percaya dapat diadopsi oleh pemilik usaha kecil skala rumahan.


Pertama, melakukan riset untuk mengenali minat konsumen dan pasar. Sejak awal memulai bisnis, Hendra selalu percaya bahwa mengenal minat konsumen dan pasar adalah hal penting.


Cara ini terbukti ampuh, membuat Mongki Roti bisa terus berkembang dan bertahan dari segala kondisi pasar, tak terkecuali pandemi. Hendra berharap pemilik bisnis juga bisa melakukan langkah ini


Tips kedua adalah jeli melihat momentum penting. Misalnya melihat periode yang tepat untuk menggencarkan penjualan dengan memanfaatkan sitasi secara periodik, seperti natal dan tahun baru, ramadhan, hingga kenaikan sekolah.


Kemudian tips yang ketiga adalah berani berinovasi untuk menghadirkan beragam produk yang variatif dan tidak monoton.


"Dengan menyediakan produk yang hanya dapat dinikmati pada momen tertentu, kita bisa mendorong rasa penasaran konsumen untuk mencobanya," pungkasnya.


Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close