Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

AS Ancam Gempur China dan Beri Sanksi Ekonomi Jika Berani Serang Taiwan

Rabu, 21 September 2022 | 23:06 WIB Last Updated 2022-09-21T16:24:59Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


AS Ancam Gempur China dan Beri Sanksi Ekonomi Jika Berani Serang Taiwan
Presiden China Xi Jinping saat berpidato di hadapan pasukan militer. (Dok. Reuters)

PEWARTA.CO.ID - Amerika Serikat (AS) mengancam akan menggempur wilayah Beijing jika China berani menyerang Taiwan.


Selain itu, AS juga tak segan memberikan pengenalan sanksi ekonomi kepada negara tirai bambu tersebut sebagai efek jera jika nekad melakukan invasi ke Taiwan.


Hal itu diungkapkan sumber dekat dengan permasalahan tersebut.


Sumber itu juga menyebutkan, AS juga tengah menekan Uni Eropa agar menerapkan peringatan yang sama kepada China.


Sebagaimana dilansir dari Al-Jazeera via Kompas TV, Rabu (21/9/2022), AS dan Taiwan secara terpisah telah melobi wakil Uni Eropa di tingkat awal untuk merespon kepanikan atas ancaman invasi China tersebut.


Kepanikan tersebut dirasa wajar seiring meningkatnya agresi militer di Selat Taiwan saat ini.


Baca juga: Anak Usaha Erajaya Digital, PT PPS Umumkan Joint Venture dengan Blackhawk Network


Menanggapi apa yang telah dilakukan China tersebut, baik AS dan Taiwan sama-sama menyarankan adanya sanksi yang perlu diambil Barat seperti membatasi perdagangan dan investasi dengan China.


Lebih spesifik ancaman pembatasan perdagangan yang dimaksud termasuk dalam hal teknologi sensitif seperti chip komputer dan peralatan komunikasi.


Namun banyak pihak kemudian mempertanyakan kelayakan atas ide sanksi terhadap negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.


Terlebih, China dikenal sebagai salah satu mata rantai terbesar dalam hal pasokan global.


“Kemungkinan pemberian sanksi ke China jauh lebih kompleks ketimbang sanksi ke Rusia,” ungkap salah satu yang mempertanyakan sanksi tersebut yakni Pejabat Senior Departemen Perdagangan AS Nazak Nikakhtar.


“Hal itu mengingat AS dan sekutunya memiliki keterikatan yang luas dengan ekonomi China,” sambungnya.


Baca juga: Tampilkan 43 Foto Payudara Tanpa Bra, Iklan Adidas Dikecam


Masalah bermula saat China menilai Taiwan telah memasuki wilayahnya di Selat Taiwan.


Bulan lalu, China menggelar latihan militer besar-besaran dan menembakkan rudal di dekat wilayah itu.


Hal itu terjadi usai kedatangan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke pemerintah pulau tersebut.


Presiden China Xi Jinping sendiri telah berjanji akan memerintah Taiwan secara demokratis seandainya unifikasi itu terjadi.


Pressiden China itu juga mengatakan siap berkomitmen untuk tidak menggunakan kekerasan dalam memerintah seandainya Taiwan bersedia patuh.


Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close