Jatuh Bangun, Begini Perjalanan Bisnis Lapis Bogor Sangkuriang
![]() |
| Produk lapis Bogor Sangkuriang (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID - Di Bogor dan Lembang terdapat beberapa toko oleh-oleh yang menjual lapis. Salah satunya yakni lapis Bogor Sangkuriang.
Pendirian bisnis ini tidak sengaja karena pemilik brand lapis Bogor Sangkuriang sebelumnya adalah penjual bakso dan istrinya hanyalah seorang pekerja kantoran yang hanya bisa membantu saat waktu luang.
Anggara Jati & Rizka Wahyu adalah pasangan suami istri yang memiliki brand lapis Bogor Sangkuriang. Rizka menjelaskan bahwa bisnis ini dimulai pada tahun 2011 karena warung bakso yang mereka miliki hampir bangkrut.
“Kami buat bakso kemasan siap makan untuk segmen karyawan kantoran. Waktu itu lumayan sukses. Tapi karena kami masih belum matang, kami bikin kesalahan, yaitu tidak fokus di satu bisnis. Tergiur untuk memakai profit buat bikin bisnis lain, dan akhirnya malah bikin kami terlilit utang,” ungkapnya Dilansir dari CariUang Selasa ( 16/06/2024).
Bahkan suaminya pernah mencoba bisnis minuman yang sedang ngetren namun justru membuat mereka terlilit hutang.
Motor pasangan suami istri tersebut bahkan harus disita oleh debtcolector. Akhirnya Rizka memutuskan untuk resign dari pekerjaannya dan membantu suaminya berbisnis.
“Setelah bisnis bakso nyungsep, kami memang sempat coba banyak bisnis lain, tapi tidak ada yang berjalan baik. Akhirnya, kami kepikiran bikin bisnis oleh-oleh karena melihat potensi Bogor sebagai kota wisata. Banyak dikunjungi orang dari kota,” jelasnya
Dengan modal Rp 500.000 dan mixer milik mertuanya, Rizka akhirnya mencoba membuat kue lapis untuk menyambung hidup.
“Saat itu, pilihan oleh-oleh di Bogor masih sedikit sekali. Apalagi yang memakai olahan talas sebagai salah satu ikon kawasan ini,” tambahnya.
Setelah beberapa percobaan, Rizka mendapatkan respon positif dan berdatangan testimonial.
Untuk mengembangkan brand miliknya, mereka bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menciptakan ikon.
Rizka bahkan mengunjungi dinas pariwisata hingga tempat-tempat yang tersorot di media utama di kawasan Bogor.
“Kami punya momentum dikenal orang sejak ikut promosi di acara-acara UMKM besutan pemerintah dan salah satu perbankan. Selain itu, kami juga ada kerja sama dengan Dinas Pariwisata untuk membuat kemasan edisi khusus yang isinya edukasi tentang tempat-tempat wisata di Bogor. Nama kami jadi semakin terkenal dan terpercaya setelah itu,” ungkapnya.
Menurut Rizka, agar tidak mengalami kebangkrutan lagi, ia memutuskan untuk lebih rajin lagi dalam melakukan riset tentang bisnis dan kewirausahaan.
Hal itu membuahkan hasil, karena brand yang dimilikinya telah memiliki cabang di berbagai tempat.
Bahkan Agrinesia Raya kini telah memiliki ribuan karyawan, 300 di antaranya bekerja di lapis Bogor Sangkuriang. Pembelian produk bisa dilakukan melalui e-commerce atau sosial media.

