Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Pendidikan Syekh Ahmad Misry, Tersangka Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Santri

Pendidikan Syekh Ahmad Misry, Tersangka Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Santri
Syekh Ahmad Misry atau akrab disapa ustaz SAM

PEWARTA.CO.ID — Bareskrim Polri resmi menetapkan pendakwah Syekh Ahmad Misry atau SAM sebagai tersangka dalam perkara dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santri. Penetapan status hukum tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara berdasarkan laporan yang telah diterima sebelumnya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, mengungkapkan bahwa keputusan penetapan tersangka diambil usai proses penyelidikan dan penyidikan berjalan.

“Berdasarkan hasil gelar perkara oleh penyidik atas dasar laporan polisi Nomor LP/B/586/XI/2025/SPKT/Bareskrim Polri tanggal 28 November 2025, penyidik telah menetapkan saudara SAM sebagai tersangka,” ujar Trunoyudo kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA dan PPO) telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada pihak-pihak terkait.

“Dalam rangka memberikan perlindungan dan pelayanan terhadap korban, penyidik telah melakukan proses penyidikan,” tambahnya.

Riwayat pendidikan Syekh Ahmad Misry

Syekh Ahmad Misry dikenal sebagai sosok yang memiliki kemampuan mumpuni dalam membaca Al-Qur’an. Ia bahkan disebut telah menghafal seluruh 30 juz, yang menjadi salah satu keunggulannya sebagai pendakwah.

Namanya mulai dikenal luas oleh masyarakat setelah kerap tampil dalam berbagai program keagamaan di televisi. Selain itu, ia juga aktif menyampaikan dakwah melalui berbagai platform digital.

Dalam hal pendidikan formal, Syekh Ahmad Misry tercatat pernah menempuh studi di Universitas Al-Azhar, Mesir, yang merupakan salah satu institusi pendidikan Islam paling prestisius di dunia.

Meski berasal dari Mesir, ia telah lama menetap di Indonesia dan mampu berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini turut mendukung aktivitas dakwahnya di berbagai daerah di Tanah Air.

Materi ceramah yang disampaikan Syekh Ahmad Misry umumnya mencakup berbagai topik, mulai dari akidah, moralitas, pendidikan, hingga kehidupan keluarga dan pergaulan sehari-hari.

Gaya penyampaiannya yang tegas dan mudah dipahami membuatnya memiliki basis pengikut yang cukup besar, terutama di media sosial. Namun, jumlah pengikut tersebut dilaporkan mengalami penurunan sejak kasus dugaan pelecehan seksual yang menjeratnya mulai mencuat ke publik.

Advertisement
Advertisement
Advertisement