Profil Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung Terjaring OTT KPK dan Daftar Harta Kekayaannya
![]() |
| Profil Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung Terjaring OTT KPK dan Daftar Harta Kekayaannya |
PEWARTA.CO.ID — Nama Gatut Sunu Wibowo tengah menjadi perhatian publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (10/4/2026) malam.
Kabar tersebut dibenarkan langsung oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto. Ia memastikan bahwa dalam operasi tersebut, pihaknya turut mengamankan kepala daerah setempat.
“Benar,” kata Fitroh.
“Ya (amankan Bupati Tulungagung),” tegasnya.
Meski demikian, hingga kini KPK belum memaparkan secara rinci terkait pihak lain yang ikut diamankan maupun barang bukti yang berhasil disita dalam operasi tersebut.
MASIH TERKAIT!
Kronologi OTT KPK di Tulungagung
Operasi senyap yang dilakukan KPK di Tulungagung disebut berlangsung sejak siang hari hingga malam. Berdasarkan informasi yang beredar, tim penyidik lebih dulu mendatangi Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso sekitar pukul 15.00 WIB.
Tak hanya itu, tim KPK juga melakukan penggeledahan di kantor Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung yang berada di kompleks pemerintahan daerah. Dalam proses tersebut, petugas Satpol PP yang berjaga diminta menyerahkan telepon genggam mereka.
Pada malam hari, aktivitas KPK berlanjut dengan kedatangan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Tulungagung ke Polres Tulungagung. Kehadiran mereka diduga berkaitan dengan proses pemeriksaan lanjutan.
RELEVAN DIBACA!
Bupati Tulungagung Ditangkap KPK, jadi OTT ke-10 di Tahun 2026
Sejumlah pejabat datangi Polres Tulungagung
Beberapa pejabat yang terlihat mendatangi Polres Tulungagung antara lain Yulius Rama Isworo yang datang bersama tim KPK sambil membawa kardus berisi dokumen.
Selain itu, Dwi Yoga juga terlihat membawa koper yang diduga berisi berkas penting. Nama lain yang turut hadir di antaranya Makrus Mannan, Arif Effendi, Hartono, Zuhrotul Aini, serta Dwi Hari Subagyo.
Dari sumber internal kepolisian, aktivitas tersebut dibenarkan sebagai bagian dari kegiatan KPK.
“Memang ada aktivitas KPK,” ujar sumber tersebut.
Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa proses penegakan hukum tengah berlangsung di wilayah tersebut.
Profil Gatut Sunu Wibowo
Gatut Sunu Wibowo dikenal sebagai sosok kepala daerah yang memiliki latar belakang sebagai pengusaha sebelum terjun ke dunia politik.
Ia sempat menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung periode 2021–2024 mendampingi Maryoto Birowo. Karier politiknya terbilang singkat, mengingat ia baru bergabung dengan PDI Perjuangan pada November 2021, namun mampu meraih kemenangan dalam kontestasi Pilkada.
Di luar dunia pemerintahan, Gatut Sunu Wibowo memiliki jaringan bisnis di sektor material bangunan yang tersebar di wilayah Tulungagung dan Trenggalek.
MENARIK JUGA DIBACA!
Daftar Pejabat Pemkab Tulungagung Diperiksa KPK Usai OTT, Bupati Gatut Sunu Ikut Diamankan
Riwayat pendidikan Gatut Sunu Wibowo
Dari sisi pendidikan, Gatut Sunu menempuh studi di sejumlah institusi, antara lain:
- S2 di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (2021–2023)
- S1 di Universitas Merdeka Malang (1988–1992)
- SMAK Santo Thomas Aquino (1985–1988)
- SMP Negeri Bandung (1982–1985)
- SDN Gandong 1 (1976–1982)
Latar belakang pendidikan tersebut turut membentuk karakter kepemimpinannya selama menjabat di pemerintahan.
Harta kekayaan gatut sunu wibowo
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2022, total kekayaan Gatut Sunu Wibowo tercatat sekitar Rp17,8 miliar.
Aset tanah dan bangunan
Sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai daerah, seperti Tulungagung, Trenggalek, hingga Surabaya. Nilainya mencapai miliaran rupiah dari puluhan bidang properti.
Kendaraan dan alat transportasi
Gatut Sunu juga memiliki sejumlah kendaraan pribadi, di antaranya Toyota Vellfire tahun 2018 senilai Rp800 juta, Mitsubishi Pajero Sport tahun 2018 senilai Rp425 juta, serta Toyota Innova tahun 2021 senilai Rp450 juta. Selain itu, terdapat pula kendaraan operasional berupa truk dan sepeda motor.
Aset lainnya
Selain properti dan kendaraan, ia juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp525 juta. Adapun kas dan setara kas yang dimiliki mencapai sekitar Rp41,7 juta.
Hingga kini, KPK masih belum mengungkap secara detail konstruksi perkara dalam OTT tersebut. Publik pun menanti perkembangan selanjutnya, termasuk pihak-pihak yang terlibat serta dugaan kasus yang menyeret Bupati Tulungagung.
Peristiwa ini menjadi sorotan luas karena melibatkan kepala daerah aktif dan dinilai berpotensi memengaruhi jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Tulungagung.
