Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Rektor UGM Harap Pemilu 2024 Bermartabat, Jauh dari Monopoli Oligarki

Minggu, 18 September 2022 | 05:42 WIB Last Updated 2022-09-17T22:42:38Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Rektor UGM Harap Pemilu 2024 Bermartabat, Jauh dari Monopoli Oligarki
Tangkapan layar Seruan Rektor/Pimpinan Perguruan Tinggi DIY - Pemilu Damai, yang ditayangkan langsung pada kanal YouTube resmi UGM, Sabtu (17/9). (Dok. Youtube/UGM)

PEWARTA.CO.ID - Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Ova Emilia dan sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Yogyakarta menyatakan sikap terkait penyelenggaraan Pemilu 2024.


Ova dan puluhan pimpinan perguruan tinggi di Yogyakarta itu menginginkan pesta demokrtasi yang bermartabat dan jauh dari dari monopoli oligarki.


"Maka demokrasi bermartabat itu salah satunya ditandai dengan pelaksanaan Pemilu yang berkualitas," kata Ova mewakili sedikitnya 30 perguruan tinggi di Yogyakarta dalam tayangan pada kanal YouTube resmi UGM, pada Sabtu (17/9/2022).


"Jika berlangsung baik Indonesia akan menjadi jadi contoh besar yang mampu berdemokrasi secara dewasa," sambungnya.


Baca juga: 4 Menteri Jokowi Maju Nyapres, Demokrat Ingatkan Tak Ada Penyalahgunaan Jabatan


Lebih lanjut Ova mengajak semua komponen bangsa untuk menjadikan Pemilu 2024 sebagai media pendidikan politik, pembangunan moral bangsa yang mengedepankan nilai kejujuran, keteladanan, dan menghindari persaingan politik yang tidak sehat.


Rektor UGM itu juga menyerukan kontestasi yang sehat tanpa adanya monopoli dari segelintir golongan atau elit politik dengan mengabaikan kepentingan publik.


"Mendesak para elit politik penguasa ekonomi, partai politik, dan penyelenggara pemilu untuk memberikan keteladanan berintegritas, serta martabat dalam berdemokrasi sesuai konstitusi," tuturnya.


Ova juga mengingatkan peran partai politik agar menjamin akuntabilitas dalam menjalan tugas dan fungsi di tengah masyarakat.


Baca juga: UU Pemilu: Calon Presiden 2024 Tidak Boleh Punya Riwayat Mabuk, Judi, dan Zina!


"Mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dan kritis dalam penyelenggaraan bernegara dan bermasyarakat sebagai bentuk kualitas kewarganegaraan," ucapnya.


"Ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral demi menjaga persatuan, keadaban dan kemartabatan bangsa Indonesia," pungkasnya.


Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close