Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Tifatul Sembiring: Pawang Hujan Sholatnya Tak Diterima 40 Hari

Rabu, 23 Maret 2022 | 00:46 WIB Last Updated 2022-03-22T17:46:00Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Tifatul Sembiring Komentari Pawang Hujan Mandalika
Foto: Tifatul Sembiring


PEWARTA.co.id, Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi PKS, Tifatur Sembiring, ikut mengomentari aksi viral pawang hujan di Sirkuit Mandalika beberapa waktu lalu. Ia menyebut hal itu sebagai perbuatan bodoh, syirik, dan sia-sia.

Bahkan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu menjelaskan, orang yang menggunakan jasa pawang untuk menghalau hujan sholatnya tidak diterima selama 40 hari.

Seperti diketahui, ada momen unik dalam ajang MotoGP Mandalika, pada Minggu (20/3/2022), yang digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sesaat sebelum balapan dimulai, hujan deras mengguyur sekitar arena sirkuit, sehingga balapan harus tertunda sekitar satu jam dari rencana awal.

Di tengah ketidakpastian kapan balapan akan dimulai, tiba-tiba munculah seorang wanita yang dikatakan sedang melakukan ritual 'mengusir' hujan. Ia adalah Rara Istiani Wulandari, wanita yang berprofesi sebagai pawang hujan di Sirkuit Mandalika.

Seketika aksi Rara viral, bahkan sempat menjadi headline di berbagai media asing seperti Marca, Speedweek, La Gazzetta Dello Sport, dan BT Sport.

Komentar Tifatul Sembiring Soal Pawang Hujan


Menanggapi aksi viral tersebut, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan jika hal-hal yang berbau kesyirikan maka hukumnya adalah haram.

"Percaya kepada dukun itu, dalam Islam hukumnya syirik. Bahkan termasuk kufur kepada Allah," tulis Tifatul melalui akun Twitter pribadinya @tifsembiring, Senin (21/3/2022).

"Sholatnya pun tak akan diterima selama 40 hari," sambungnya.

Tifatul Sembiring mengaku tak habis pikir kepada pemerintah, bagaimana bisa event internasional turut mengundang dukun yang berbau kesyirikan.

Ia juga mengatakan jika sekarang sudah bukan lagi zaman purba, sehingga tidak rasional jika menyelenggarakan acara turut melibatkan dukun atau pawang hujan.

Tifatul tak ragu menyebut apa yang dilakukan pemerintah adalah sesuatu yang bodoh.

"Hanya orang-orang yang bodoh atau jahil terhadap agama yang mau minta tolong kepada dukun. Ada dukun tetap hujan," tulisnya.

Aksi Rara Istiani Wulandari


Usut punya usut, aksi Rara sudah dilakukan sejak Februari 2022, yaitu ketika tes Pra Musim MotoGP di Sirkuit Mandalika.

Selain 'menghalau' hujan, Rara juga diminta untuk memodifikasi cuaca, seperti mengubah dari mendung menjadi cerah, atau sebaliknya. Hal itu dilakukan selama 24 jam di area sekitar sirkuit, terutama saat proses pengaspalan lintasan sirkuit Mandalika.

Rara mengaku sedang dipekerjakan oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), yang tak lain sebagai pengelola Sirkuit Mandalika.

Ia terbilang sering terlibat dalam perhelatan event besar lainnya. Sebelum MotoGP, ia jugalah yang menjadi pawang hujan di gelaran WSBK Mandalika 2022, dan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

(tmo/bgy)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close