Unand Terima Tiga Mahasiswa Disabilitas, Dukungan Fasilitas Inklusif Diberikan
![]() |
| Mahasiswa Baru Unand (Dok. Ist) |
Pewarta.co.id Universitas Andalas (Unand) di Sumatera Barat kembali membuka penerimaan mahasiswa disabilitas untuk tahun ajaran 2024-2025.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Unand untuk menjadi perguruan tinggi yang ramah disabilitas dan inklusif.
Rektor Unand, Efa Yonnedi, menyatakan bahwa tahun ini Unand mengakui mahasiswa berkebutuhan khusus melalui jalur Sima Disabilitas.
"Tahun ini Unand kembali mengafirmasi mahasiswa yang berkebutuhan khusus lewat jalur Sima Disabilitas," kata Rektor Unand Efa Yonnedi di Padang, Senin
Pada tahun ajaran baru ini, Unand menerima tiga mahasiswa disabilitas: Kharina Putri dari Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (disabilitas rungu).
Selain itu, terdapat maba Rika Nanda dari Program Studi Administrasi Publik (disabilitas rungu), dan Siti Hardini Akhna El Charoz dari Program Studi Sistem Informasi (tunadaksa).
Efa Yonnedi menjelaskan bahwa ketiga mahasiswa tersebut memiliki prestasi akademik yang baik dan layak diterima di Unand, meskipun mereka memerlukan dukungan khusus dari kampus.
"Secara akademik nilai rapor mereka bagus dan Unand memberikan kesempatan lewat jalur disabilitas," ujar Efa Yonnedi
Saat ini, Unand memiliki 18 mahasiswa disabilitas dari berbagai program studi. Universitas ini berkomitmen untuk mendukung pendidikan inklusif dengan menyediakan fasilitas seperti jalur kursi roda, juru bahasa isyarat, dan kursi khusus untuk mahasiswa kidal.
"Kemudian untuk di kelas, Unand juga menyiapkan kursi khusus bagi mahasiswa yang menulis dengan tangan kidal," ucapnya
Kharina Putri, salah satu mahasiswa baru, merasa sangat bahagia bisa diterima di Unand.
Ia berharap kampus dapat memberikan kemudahan dalam hal sarana dan prasarana yang mendukung kebutuhan pendengarannya.
"Saya sangat senang dan bahagia lulus di Unand, karena masuk ke Unand sangat sulit," ujar Kharina.

