Tata Cara Salat Idul Fitri 2025: Panduan Lengkap dan Sunnah yang Dianjurkan
![]() |
| Ilustrasi - Jamaah sholat idul fitri. (Dok. Google Image). |
PEWARTA.CO.ID - Idul Fitri adalah momen yang dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai perayaan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Pada tahun 2025, Idul Fitri diperkirakan jatuh pada tanggal 22 April, menandai berakhirnya bulan suci tersebut. Salah satu ibadah utama yang dilakukan pada hari raya ini adalah salat Idul Fitri, yang memiliki tata cara dan sunnah tertentu yang dianjurkan untuk diikuti.
Salat Idul Fitri merupakan salat sunnah muakkad yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah, baik di lapangan terbuka maupun di masjid. Ibadah ini tidak hanya sebagai bentuk syukur atas nikmat Ramadan, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama muslim. Oleh karena itu, memahami tata cara pelaksanaan dan sunnah-sunnah yang dianjurkan menjadi penting agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
Waktu dan tempat pelaksanaan salat idul fitri
Salat Idul Fitri dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal setiap tahunnya. Waktu pelaksanaannya dimulai setelah matahari terbit setinggi satu tombak (sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit) hingga sebelum masuk waktu Zuhur. Salat ini biasanya dilakukan secara berjamaah di lapangan terbuka atau masjid, namun bisa juga dilakukan sendiri atau bersama keluarga jika tidak memungkinkan untuk berjamaah di masjid.
Niat salat idul fitri
Niat merupakan rukun pertama dalam salat yang harus dihadirkan dalam hati sebelum memulai salat. Niat Salat Idul Fitri dapat dilafalkan sebagai berikut:
"Ushallî sunnatan li 'îdil fithri rak'ataini (imâman/ma'mûman) lillahi ta'ala"
Artinya: "Saya niat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat (sebagai imam/makmum) karena Allah ta'ala."
Tata cara pelaksanaan salat idul fitri
-
Takbiratul ihram
Setelah niat, langkah selanjutnya adalah melakukan takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga atau bahu sambil mengucapkan "Allahu Akbar". Ini menandai dimulainya salat.
-
Membaca doa iftitah
Setelah takbiratul ihram, disunnahkan untuk membaca doa iftitah sebagai pembuka dalam salat. Doa iftitah yang umum dibaca adalah:
"Allahu akbar kabîrâ walhamdulillâhi katsîrâ wasubhânallâhi bukratan wa ashîlâ. Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fataras samâwâti wal ardha hanîfan musliman wa mâ ana minal musyrikîn. Inna shalâtî wa nusukî wa mahyâya wa mamâtî lillâhi rabbil 'âlamîn. Lâ syarîka lahu wabidzâlika umirtu wa ana minal muslimîn."
Artinya: "Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar dan berserah diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan-Nya. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dan dengan itu aku diperintahkan, dan aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri."
-
Takbir tambahan pada rakaat pertama
Setelah membaca doa iftitah, lakukan takbir tambahan sebanyak tujuh kali dengan mengangkat tangan sejajar telinga atau bahu sambil mengucapkan "Allahu Akbar" pada setiap takbir. Di antara takbir-takbir tersebut, disunnahkan membaca:
"Subhânallâh walhamdulillâh walâ ilâha illallâh wallâhu akbar."
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar."
-
Membaca surah al-fatihah dan surah pendek
Setelah takbir tambahan, bacalah Surah Al-Fatihah. Setelah itu, dianjurkan membaca Surah Al-A'la pada rakaat pertama.
-
Rukuk, i'tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud
Setelah membaca surah, lanjutkan dengan rukuk dengan tuma'ninah, i'tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua seperti dalam salat biasa.
-
Bangkit ke rakaat kedua
Setelah sujud kedua, bangkit untuk melaksanakan rakaat kedua. Sebelum membaca Al-Fatihah, lakukan takbir tambahan sebanyak lima kali dengan mengangkat tangan dan mengucapkan "Allahu Akbar" pada setiap takbir. Di antara takbir-takbir tersebut, disunnahkan membaca
