Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cara Mencegah Tulang Rapuh Menurut Dokter

Dokter dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, mengungkapkan beberapa cara efektif untuk mencegah tulang rapuh, salah satunya melalui olahraga rutin.
Cara Mencegah Tulang Rapuh Menurut Dokter
Cara mencegah tulang rapuh menurut dokter. (Dok. Freepik)

Jakarta, Pewarta.co.id – Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, dr. Ifran Saleh dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, mengungkapkan beberapa cara efektif untuk mencegah tulang rapuh, salah satunya melalui olahraga rutin.

Dalam sebuah siaran radio bertajuk Tulang Rapuh di Jakarta pada Selasa, dr. Ifran menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh, seperti proses penuaan dan penggunaan obat-obatan tertentu, termasuk steroid.


Olahraga sebagai pencegah tulang rapuh

Menurut dr. Ifran, olahraga ringan memiliki peran penting dalam menjaga kekuatan tulang.

“Seiring bertambahnya usia, sebaiknya rajin berolahraga ringan yang sifatnya bisa meregangkan otot, seperti jalan kaki, supaya tulangnya mendapat beban yang cukup dan tetap kuat,” ujarnya.

Olahraga tidak hanya berfungsi memperkuat tulang, tetapi juga menjaga fleksibilitas sendi, terutama pada lansia, agar tidak mengalami kekakuan.

Salah satu olahraga ringan yang dapat dilakukan adalah berjalan kaki, yang dapat dilakukan secara rutin setiap hari.


Suplemen untuk kesehatan tulang

Selain olahraga, pemberian suplemen juga penting dalam menjaga kesehatan tulang. Dr. Ifran merekomendasikan bagi mereka yang memiliki kondisi tulang yang masih baik atau mengalami osteopeni (kelunakan tulang) untuk mengonsumsi kalsium antara 500 mg hingga 1 gram per hari, serta vitamin D3 antara 1.000-2.000 mg per hari.

Mengutip Pafisu.org, suplemen ini dapat membantu memperkuat tulang dan mencegah pengeroposan lebih lanjut.


Pemeriksaan densitas tulang

Dr. Ifran juga menyarankan agar wanita yang sudah menopause (berhenti menstruasi selama 5 tahun atau lebih) untuk memeriksakan densitas tulang mereka menggunakan bone mineral densitometry (BMD).

“Pada perempuan menopause, proses perapuhan tulang biasanya mulai terjadi. Sedangkan pada pria, kerapuhan tulang baru terlihat setelah usia 70-80 tahun, meski tidak semua orang mengalami masalah tersebut,” jelasnya. 

Pemeriksaan densitas tulang ini sebaiknya dilakukan setiap tahun untuk mendeteksi secara dini adanya masalah pada tulang.


Waspada penggunaan steroid

Selain faktor usia dan menopause, penggunaan obat-obatan tertentu, seperti steroid, juga dapat berisiko menyebabkan tulang rapuh.

Dr. Ifran mencontohkan, orang yang mengidap asma atau penyakit autoimun seperti lupus dan rheumatoid arthritis sering kali diberi pengobatan yang mengandung steroid.

“Obat-obatan ini bisa membuat tulang cepat rapuh, bahkan orang muda pun bisa mengalami masalah tulang jika mengonsumsi steroid dalam jangka panjang,” ungkapnya.


Tidak ada gejala awal

Salah satu hal yang perlu diperhatikan, menurut dr. Ifran, adalah bahwa tulang rapuh tidak memiliki gejala yang jelas pada awalnya.

Namun, masalah ini baru terdeteksi saat terjadi patah tulang, misalnya saat mengangkat barang berat dan tiba-tiba merasakan nyeri pada pinggang.

Oleh karena itu, pencegahan sejak dini sangat penting untuk menghindari risiko cedera yang lebih serius.

Dr. Ifran mengingatkan bahwa meskipun tulang rapuh lebih sering dialami oleh orang lanjut usia, kebiasaan hidup sehat seperti olahraga teratur, konsumsi suplemen, serta pemeriksaan rutin dapat membantu menjaga kekuatan tulang.

Pencegahan yang baik dapat membantu mencegah cedera serius dan menjaga kualitas hidup di usia lanjut.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Hammad Hendra
Hammad Hendra
Kontributor konten di jaringan ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Cara Mencegah Tulang Rapuh Menurut Dokter
  • Cara Mencegah Tulang Rapuh Menurut Dokter
  • Cara Mencegah Tulang Rapuh Menurut Dokter
  • Cara Mencegah Tulang Rapuh Menurut Dokter
  • Cara Mencegah Tulang Rapuh Menurut Dokter
  • Cara Mencegah Tulang Rapuh Menurut Dokter