Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengembangan Terapi Sel Punca: Harapan Baru untuk Pengobatan Masa Depan

Terapi sel punca atau stem cell therapy telah menjadi salah satu inovasi medis paling menjanjikan untuk pengobatan berbagai penyakit.
Pengembangan Terapi Sel Punca: Harapan Baru untuk Pengobatan Masa Depan
Tahapan proses dalam terapi sel punca (steam Cell) di laboratorium. (Dok. ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi)

PEWARTA.CO.ID - Terapi sel punca atau stem cell therapy telah menjadi salah satu inovasi medis paling menjanjikan untuk pengobatan berbagai penyakit, mulai dari kelainan darah hingga penyakit degeneratif.

Meskipun saat ini belum menjadi terapi rutin, pengembangan terapi ini terus berlangsung di Indonesia dan dunia, dengan potensi besar untuk menjadi solusi kesehatan masa depan.

Sumber sel punca dan keunggulannya  

Mengutip Pafisumsel.org, manusia memiliki banyak sumber sel punca dalam tubuh, seperti dari sumsum tulang, darah, atau lemak.

Namun, tali pusat bayi baru lahir menjadi salah satu sumber yang paling aman dan efektif karena:

Mengandung stem cell mesenkimal, jenis sel punca multipoten yang mampu berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel, seperti tulang, otot, atau saraf.

Memiliki sifat regeneratif dan kemampuan untuk menciptakan lingkungan mikro yang mendukung regenerasi jaringan yang rusak.

Tali pusat juga dapat disimpan dalam waktu lama di bank tali pusat, memberikan akses di masa depan bagi anak atau keluarga yang membutuhkan terapi ini.

Aplikasi dan penelitian terapi sel punca

Terapi ini telah diuji dalam berbagai penyakit, termasuk:

  • Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS):Terutama pada pasien COVID-19.
  • Stroke, gagal jantung, radang sendi, dan cedera saraf spinal: Penelitian global menunjukkan potensi regenerasi jaringan yang rusak.
  • Penyakit degeneratif: Seperti osteoartritis dan penyakit Alzheimer.

Regulasi dan standar di Indonesia

Indonesia, terapi sel punca diatur melalui Keputusan Menteri Kesehatan dan Peraturan Kepala BPOM. Beberapa poin penting adalah:

  • Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2022: Mengatur sel punca sebagai bagian dari obat berisiko tinggi.
  • Pelaksanaan di rumah sakit tertentu: 11 rumah sakit di Indonesia telah ditunjuk sebagai pusat pengembangan, termasuk RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo di Jakarta.
  • Proses ekspansi sel: Dilakukan oleh fasilitas seperti Regenic dengan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Tantangan dalam terapi sel punca

Meskipun menjanjikan, pengembangan terapi sel punca menghadapi beberapa tantangan:

  1. Biaya tinggi: Terapi sel punca masih tergolong mahal, dengan akses terbatas bagi masyarakat.

  1. Keamanan dan efektivitas: Diperlukan pembuktian lebih lanjut melalui uji klinis untuk memastikan keamanan dan manfaatnya.
  2. Regulasi: Standar pelayanan minimal (SPM) masih dalam tahap finalisasi oleh Kementerian Kesehatan dan BPOM.

Dukungan untuk percepatan pengembangan

Pemerintah Indonesia mendukung pengembangan terapi sel punca melalui:

  • Pengembangan regulasi: Untuk memastikan kualitas dan keamanan terapi.
  • Kerja sama lintas sektor: Melibatkan akademisi, pemerintah, dan swasta.
  • Peningkatan kompetensi: Melalui pelatihan dan asistensi regulatori bagi peneliti dan pelaku industri.

Harapan ke depan

Dengan dukungan teknologi dan regulasi yang semakin baik, terapi sel punca berpotensi menjadi bagian dari layanan kesehatan konvensional.

Harapannya, terapi ini tidak hanya dapat diakses secara luas oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga diakui secara global.  

Pengembangan terapi sel punca adalah langkah besar menuju pengobatan yang lebih personal dan efektif, dengan peluang untuk menyembuhkan penyakit yang sebelumnya sulit diatasi.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Hammad Hendra
Hammad Hendra
Kontributor konten di jaringan ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Pengembangan Terapi Sel Punca: Harapan Baru untuk Pengobatan Masa Depan
  • Pengembangan Terapi Sel Punca: Harapan Baru untuk Pengobatan Masa Depan
  • Pengembangan Terapi Sel Punca: Harapan Baru untuk Pengobatan Masa Depan
  • Pengembangan Terapi Sel Punca: Harapan Baru untuk Pengobatan Masa Depan
  • Pengembangan Terapi Sel Punca: Harapan Baru untuk Pengobatan Masa Depan
  • Pengembangan Terapi Sel Punca: Harapan Baru untuk Pengobatan Masa Depan