China Mau Bikin Baterai Nuklir yang Tahan 50 Tahun Tanpa di Cas
![]() |
| Ilustrasi. Baterai nuklir BV100 yang rencananya akan diproduksi China. Baterai ini diklaim mampu bertahan 50 tahun tanpa di cas. |
PEWARTA, PENDIDIKAN - Rencana China meluncurkan baterai nuklir BV100 yang tahan hingga 50 tahun menarik perhatian para pakar, termasuk Dosen Rekayasa Nanoteknologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Tahta Amrillah.
Tahta menjelaskan, baterai nuklir memiliki potensi besar dalam menghasilkan daya listrik berkualitas tinggi.
Nuklir sebagai material dengan mobilitas elektron luar biasa, mampu menciptakan perbedaan potensial signifikan antara anoda dan katoda, kunci dalam menghasilkan daya listrik.
"Ketika material nuklir digunakan dalam baterai, material tersebut akan mengalami perubahan deplecion yang besar. Ini menyebabkan material nuklir semakin lama untuk habis, sehingga baterai nuklir dapat digunakan lebih lama," papar Tahta.
Meski begitu, di balik potensinya, baterai nuklir juga menyimpan bahaya tersembunyi, yaitu radiasi berbahaya dengan panjang gelombang gama yang jauh lebih kecil daripada sinar ultraviolet (UV).
"Peluruhan material nuklir menghasilkan gelombang dan energi yang sangat besar, sehingga mampu menembus masuk ke dalam sel tubuh," ungkap Tahta.
Namun, Tahta menegaskan bahwa bahaya radiasi nuklir dapat diatasi dengan teknologi shielding yang mampu menyerap gelombang radiasi.
Selain itu, kata Tahta, keamanan material nuklir juga tergantung pada efektivitas shielding.
Nuklir membutuhkan perlakuan khusus untuk menghindari potensi dampak berbahaya. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, terutama di Indonesia, memiliki pemahaman mendalam terkait teknologi nuklir, mulai dari komponen yang terkandung di dalamnya hingga dampak yang mungkin timbul.
Sebelumnya ramai menjadi pembicaraan jika China hendak membuat baterai nuklir yang tahan tanpa di cas selama 50 tahun, yang diberi nama BV100.
Baterai atom buatan Betavolt itu memiliki ukuran mini (15mm × 15mm × 5mm) dan daya 100 mikrowatt dengan tegangan 3 volt. Baterai ini diprediksikan membawa dampak besar bagi industri energi global.
