Universitas Ma Chung Malang Jalin Sinergi dengan Kampus Eropa Atasi Dampak Waste Food
![]() |
| Perwakilan Universitas Ma Chung di ruang Paidia Tampere University. (Dok. Ist) |
PEWARTA, PENDIDIKAN - Universitas Ma Chung Malang bersama empat universitas Indonesia lainnya, berpartisipasi dalam program In2Food Project yang didanai oleh Uni Eropa melalui hibah Erasmus.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mengurangi Waste Food atau limbah makanan di Indonesia dan Eropa.
Pada tanggal 12 Desember 2023, perwakilan dari Universitas Ma Chung, Universitas Prasetya Mulia, Universitas Pembangunan Jaya, Universitas Bina Nusantara, dan Universitas Katolik Parahyangan berkumpul di Tampere University, Finlandia, untuk membahas dan mengevaluasi pelaksanaan program In2Food selama tiga tahun terakhir.
Rektor Universitas Ma Chung, Dr Ir Stefanus Yufra Menahen Taneo mengatakan, program In2Food telah memberikan banyak manfaat bagi universitas-universitas di Indonesia.
Program ini telah membantu modernisasi kurikulum di beberapa program studi, menyelenggarakan summer camp tentang limbah makanan di Bali, berpartisipasi dalam lomba food waste di Bandung dan Jakarta, mendirikan pusat penelitian, dan mengembangkan program magister berfokus pada upaya-upaya berkelanjutan, termasuk mengurangi limbah makanan.
Sementara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Ma Chung, Dr Wawan Eko Yulianto menjelaskan, modernisasi kurikulum di Universitas Ma Chung untuk penumbuhan kesadaran penanganan sampah makanan menjadi salah satu bagian penting dari program In2Food.
Modernisasi kurikulum ini dilakukan di beberapa program studi, salah satunya Program Studi Sastra Inggris.
Selain itu, Universitas Ma Chung juga terlibat dalam proses penjaringan dan seleksi mahasiswa yang ikut program Summer Camp di Bali tahun lalu dan kompetisi di Jakarta dan Bandung Agustus kemarin.
Universitas Ma Chung juga turut mempersiapkan dan menghadiri secara luring In2Food Closing Conference, 14 Desember 2023. Konferensi hybrid tersebut dihadiri sekitar 300 peserta secara daring dari seluruh dunia.
"Konferensi ini akan menjadi forum penting untuk berbagi hasil dan pemikiran terkait upaya mengurangi limbah makanan," ujar Wawan.
Sementara itu, Kantor Kerja Sama dan Urusan Internasional Universitas Ma Chung, Mustika Tarra, mengaku bersemangat meski dihadapkan dengan cuaca dingin Tampere yang mencapai -5 derajat Celsius dan salju dengan intensitas tinggi.
"Ke depannya, kami berharap bahwa meskipun event ini berakhir, semangat untuk mengurangi food waste tetap ada," kata Mustika.
Tuan rumah dari Tampere University, Nina Mesirantara, mengungkapkan harapan dan tekad dalam menerapkan langkah-langkah berkelanjutan di lingkungan kampus dan masyarakat luas.
Keikutsertaan Universitas Ma Chung dalam program In2Food merupakan wujud sinergi bersama mitra lokal dan global untuk menghadapi tantangan global terkait limbah makanan secara multidisipliner.
